Mitos horor menjadi salah satu bentuk cerita yang paling populer, baik mitos yang dituturkan melalui medium teks, audio, maupun visual. Noël Carroll dalam bukunya The Philosophy of Horror: Or, Paradoxes of the Heart (1990) menjelaskan bahwa cerita horor umumnya mengikuti konsep “entering the house of the monster.” Horor selalu menempatkan subjek dalam film untuk memasuki domain monster atau misteri. Dalam Kelas Skenario (2018), Salman Aristo & Arief Ash Shiddiq menjelaskan penulisan skenario ke dalam tiga babak: (1) seorang karakter memiliki keinginan tertentu, (2) karakter tersebut berusaha mengejar keinginannya melalui suatu cara, dan (3) karakter mengalami hambatan yang memunculkan konflik hingga penyelesaian. Proses bertutur inilah yang kerap digunakan sineas Indonesia dalam mengisahkan mitos ke dalam film horor. Format ini dapat diidentifikasi pula pada salah satu film horor tentang mitos yang disutradarai oleh Chiska Doppert dan ditulis oleh Erry Sofid, Pulung Gantung: Pati Ngendhat (2025).